Sedekah Bumi Desa Karangmlati 2018 Bintang Tamu Sinden Bule

 

DEMAK – Ratusan warga Desa Karangmlati, Kecamatan Demak mengikuti tradisi sedekah bumi yang terpusat di enam dukuh, salah satunya di rumah kepala desa setempat, Rabu (25/7).

Warga mulai dari anak-anak hingga orang tua, membawa beraneka macam makanan dan kue serta buahbuahan yang dimasukan kedalam baskom maupun bakul (tempat nasi). Bekal warga desa itu dikumpulkan menjadi satu. Kemudian mereka duduk lesehan, membaca tahlil dan doa bersama. Tak berselang lama, Kepala Desa Karangmlati, Agus M Kartono bersama perangkat desa, keluar dari dalam rumah, untuk melakukan ritual keliling desa, mereka membawa beraneka macam hasil bumi dan alat-alat pertanian. Sembari membaca takbir dan shalawat, kepala desa memimpin ritual keliling kampung tersebut.

Ya, Pemerintah Desa Karangmlati bersama warga tengah mengikuti prosesi sedekah bumi. Tradisi tahunan ini digelar setiap bulan apit. Tradisi apitan biasanya dilaksanakan di antara dua hari raya Islam, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha. Setelah doa bersama yang dipimpin oleh ulama setempat selesai, warga pun saling memberi dan bertukar makanan untuk dimakan bersama maupun dibawa pulang ke rumah.

Kades Karangmlati Agus M Kartono mengatakan, tradisi sedekah bumi merupakan ritual selamatan yang ditujukan untuk mensyukuri limpahan nikmat dari sang pencipta yang diberikan kepada warga desa. Dengan sedekah bumi tersebut, warga berharap senantiasa diberi keselamatan, mendapatkan panen yang melimpah dan berkah serta dijauhkan dari bala (musibah). “Sedekah bumi ini harus kita jaga dan lestarikan. Tradisi ini harus kita uri-uri sampai kapanpun juga,” katanya.

Sedekah bumi tersebut sebagai wujud syukur atas nikmat dan rezeki yang diberikan Allah Swt kepada warga. “Harapan warga Desa Karangmlati menjadi desa yang penuh berkah,” kata Agus.

Dalam acara sedekah bumi tersebut juga dimeriahkan pergelaran wayang kulit semalam suntuk oleh dalang Ki Ngadimin KS dan Ki Sudarto dari Boyolali, dengan bintang tamu Agnes Serfozo, sinden bule dari Honggaria. “Acara sedekah bumi ini, sebelumnya diawali dengan doa arwah jamak yang ditujukan kepada 8 ribu arwah leluhur kita semua dan khataman Alquran di rumah kepala desa, “ ujarnya.

Bupati Demak Muhammad Natsir yang hadir dalam acara sedekah bumi itu, mengucapkan terimaksihnya kepada kepala desa beserta jajarannya yang telah ikut serta menjaga dan nguri – nguri tradisi leluhur yang adiluhur ini.

Menurut bupati, tradisi sedekah bumi memiliki makna sedekah atau wujud syukur. “Dalam Islam dikatakan sedekah itu menolak bencana, Semoga sedekah bumi ini berarti kita berharap dijauhkan dari bencana atau musibah,” katanya.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan